Setelah puas meng”ubek-uebek” Blog-blog para praktisi perkomposan tersebut, Beberapa minggu yang lalu (25 Jan 2011) saya mencoba membuat kompos dengan keranjang takakura,2 Keranjang wadah pakaian kotor yang saya beli di pasar,saya pake menjadi pengolah sampah dapur, satu keranjang saya tempatkan di rumah saya dan satunya saya tempatkan dirumah ibu. Dan hasilnya …………………..Menakjubkan.Terimakasih Pak Sobirin dan para senior Kompos yang berkenan membagi ilmunya melalui blog.
Selang tiga hari setelah kaeranjang takakura ku bekerja (28 Jan 2011) ,saya mencoba membuat kompos dari sampah pekarangan dengan karung bekas beras sebagai wadahnya,langkah pertama yang saya kerjakan adalah membuat MOL Tapainya Pak Sobirin,Bahan-bahannya:
1.Tapai singkong +/- 1 Ons Rp 1000,-
2.Gula pasir 5 sendok makan
3.Air sumur 3/4 Botol air mineral ukuran 1500 ml.
cara: campur semua bahan sampai larut diamkan selama 4-5 hari, biarkan botol terbuka
Lanjut!………………… kukumpulkan sampah kebun (daun hijau dan daun kering) yang ada di halaman rumah ortu,kebetulan saya belajar membuat kompos di rumah beliau .eh ternyata daun yang terkumpul hanya sedikit,untungnya ada tetangga yang baru bersih2 pekarangannya dan membuangnya ke tempat sampah yang ada di lingkungan rt ku,aku ambil sebagai tambahan.Setelah selesai mencacah daun2 tersebut kemudian saya siram dengan larutan EM 4 (soalnya MOL tapainya baru bikin,jadi saya gunakan EM 4)
kemudian sampah tersebut saya masukkan ke dalam karung bekas tempat beras,3 hari berikutnya sampah daun tadi saya aduk2.Pada hari ke enam calon kompos saya aduk2 kembali dan saya siram dengan MOL tapai yang telah jadi dengan perbandingan larutan 1 bagian MOL :5 bagian air sumur,begitu seterusnya tiap 3 hari sekali saya aduk2.Akhirnya tanggal 15 Pebruari 2011 kompos saya kelihatannya sudah jadi,sayang cacahan daunnya masih terlihat kasar,soalnya pada saat mencacah kurang halus, jadi saya hancurkan lagi secara manual dengan” bedhog”
Mudah-mudahan 2 atau 3 minggu lagi bisa panen kompos lagi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar