Senin, 07 Maret 2011

Rumah tanpa sampah

Pernah menanam padi di dalam pot? Supardiyono Sobirin (62) beberapa pekan lalu memanen padi yang ditanamnya dalam pot di halaman rumah. Awalnya Sobirin, warga Jalan Alfa, Kota Bandung, menanam satu batang padi.

Padinya tumbuh subur hingga rumpunnya memenuhi wadah. Awalnya ia iseng ingin membuktikan keunggulan pupuk kompos untuk padi. Ternyata hasilnya menggembirakan.

Pertanian rumah tangga dibikin rada berseni

Setelah berhasil membuat kompos dari sampah rumah tangga yang diproses dengan MOL buatan sendiri, lalu komposnya buat apa? Dijual? Ah tidak! Untuk pertanian rumah tangga saja. Bercocok tanaman bumbu dapur saja. Supaya agak berseni ditanamnya dalam pot tanah, ditaruh di atas tumpukan bata. 

Komposter aerob dibanto komposter anaerob

Oleh: Sobirin Ketika membuat kompos aerob, yang paling menyita tenaga adalah merajang bahan-bahan kompos menjadi potongan kecil-kecil. Memang banyak cara, yaitu dicacag dengan bedog, atau dengan mesin. Ternyata komposter anaerob dapat juga membantu kita. Bagaimana caranya?Sewaktu mencacag daun-daun atau bahan organik lainnya dengan bedog atau bendo, kecuali membuat tangan kita pegal juga sangat berisiko jari tangan kita bisa kena musibah. Bisa juga dengan mesin pencacag. Ukuran besar ada yang menjual, tetapi harus memesan terlebih dahulu, harganya selangit. Lengkap dengan motor penggerak harganya minimum Rp. 17,5 juta rupiah. Tidak kembali pokok, apalagi bila membuat komposnya hanya sekedar hobby. Lain halnya bila kita berniat komersial. Komposnya dijual. Asal ‘marketing’nya bagus, kompos ini laku keras.

Belajar membuat kompos

Berawal dari “googling-googling” tentang kompos, lantas berjumpa dengan Blog Bpk. Sobirin,alonrider, bandar sampah,dll.
Setelah puas meng”ubek-uebek” Blog-blog para praktisi perkomposan tersebut, Beberapa minggu yang lalu (25 Jan 2011) saya mencoba membuat kompos dengan keranjang takakura,2 Keranjang wadah pakaian kotor yang saya beli di pasar,saya pake menjadi pengolah sampah dapur, satu keranjang saya tempatkan di rumah saya dan satunya saya tempatkan dirumah ibu. Dan hasilnya …………………..Menakjubkan.Terimakasih Pak Sobirin dan para senior Kompos yang berkenan membagi ilmunya melalui blog.

Membuat kompos itu mudah

Sudah pernah membaca artikel tentang sampah khan? Tentu kamu masih ingat, salah satu cara menangani sampah adalah dengan 3R, yaitu Reduce, Reuse, da Recycle (kalau kamu lupa coba buka lagi deh artikel disini . Dalam rangka itu ada cara pemanfaatan sampah organik, yaitu membuat kompos. Bagaimana cara membuat kompos itu? mudahkah cara membuatnya? dapatkah kita membuatnya sendiri di rumah? Mula-mula kamu harus memisahkan sampah organik dan anorganik, tahu kan kamu apa sampah organik itu? ya mudahnya siy sampah yang mudah membusuk, misal dedaunan, sampah dari dapur, atau sisa makanan. Lalu potong-potong/dirajang menjadi bagian-bagian yang kecil.

Pengertian Keranjang Takakura

Keranjang Takakura merupakan alat pengomposan skala rumah tangga yang ditemukan Pusdakota bersama Pemerintah Kota Surabaya, Kitakyusu International Techno-cooperative Association, dan Pemerintahan Kitakyusu Jepang pada tahun 2005. Keranjang ini dirakit dari bahan-bahan sederhana di sekitar kita yang mampu mempercepat proses pembuatan kompos.

Satu keranjang standar dengan starter 8 kg dipakai oleh keluarga dengan jumlah total anggota keluarga sebanyak 7 orang. Sampah rumah tangga yang diolah di keranjang ini maksimal 1,5 kg per hari.

KOMPOSTER KERANJANG TAKAKURA - BANDUNG

Dikembangkan oleh Bapak dan Ibu Djamaludin, Taman Karinda
Bandung, Jl. Alfa 92 Cigadung, 20 Juli 2007
Foto: Sobirin, 2007, Keranjang Takakura
Oleh: Sobirin

Host unlimited photos at slide.com for FREE!Host unlimited photos at slide.com for FREE!

Pengomposan cara ini sangat bermanfaat untuk para mahasiswa, bujangan, keluarga kecil, karena bisa ditempatkan di dalam kamar, apartemen, atau di dalam rumah biasa.